Kisah Motivasi, Inspiratif, Kunjungan BJ Habibie ke Garuda Indonesia

Mesin Pabrik Es Balok, Ice Tube, Ice Cube, http://www.pusatmesinindonesia.com/investasi-bangun-pabrik-es-balok-ice-block-machine/, 081358882777
Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012,
Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.
Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.
Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).
Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?
Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.
Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.
N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan.
Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:
“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.
Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’
Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.
Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….
Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa.
Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua?
Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.
Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”
Pak Habibie menghela nafas,
Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;
Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.
Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.
N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu, bahkan hingga kini.
Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir, kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya :
“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.
“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”
Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:
“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………
“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”
Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.
Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan,
“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.
Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.
Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa! 2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus, 3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
“Saya pilih opsi yang ketiga”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ia melanjutkan pembicaraannya;
“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….
Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”
Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata.
Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;
“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………
Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang, (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing). Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.
Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.
Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.
Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”
(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.
Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

Proklamator tercinta, Bung Hatta, Negarawan Sejati

bung hatta, proklamator, orde lama, http://andrewiwanto.com, simpati 081358882777
“Tuhan, terlalu cepat semua, Kau panggil satu-satunya yang tersisa, Proklamator tercinta. Jujur, lugu, dan bijaksana, mengerti apa yang terlintas dalam jiwa Indonesia.Hujan air mata dari pelosok negeri saat melepas engkau pergi, berjuta kepala tertunduk haru,terlintas nama seorang sahabat yang tak lepas dari namamu.Terbayang baktimu, terbayang jasamu, jelas, jiwa sederhanamu.”
Lirik lagu Iwan Fals itu khusus dipersembahkan untuk Moh Hatta, akrab dipanggil Bung Hatta, yang meninggal dunia pada 14 Maret 1980.
Kendati lagu ini telah beredar secara resmi sejak 1981, ia tetap kontekstual untuk didendangkan pada era sekarang.Terlebih ketika kondisi kekinian dipenuhi dengan kemiskinan teladan tentang sosok pemimpin asketis yang mampu memosisikan diri sebagai cermin masyarakat.Kehancuran moral, hukum, dan etika politik dewasa ini membuat kehadiran “titisan” Bung Hatta sangat dirindukan. Diantara sekian keistimewaan yang dimilikinya dibandingkan founding fathers lainnya adalah sosoknya yang hampir tanpa cacat selama 78 tahun menjalani hidup.
Ketika para pemimpin lain jatuh bangun, Bung Hatta menunjukkan integritasnya sebagai sosok tidak (ter)korupsi(kan), meski kesempatan baginya terbuka lebar dan dapat diciptakan. Sejarah mencatat bahwa pria berkacamata kelahiran 12 Agustus 1902 ini adalah seorang yang memasuki ranah politik dalam kesederhanaan, dan tetap sederhana saat meninggalkannya. Jika boleh disederhanakan lagi,dalam diri Bung Hatta terkumpul sifat kejujuran, kesederhanaan, keteguhan hati, serta kekuatan karakter yang sulit dicarikan tandingan.
Keteladanan ini secara mudah bisa dilihat dari keteguhan Bung Hatta untuk selalu mengedepankan kepentingan negara, bahkan mengabaikan keluarganya sendirinya. Pada 1950-an misalnya istrinya, Rahmi Hatta, berkeinginan membeli mesin jahit dengan caramenyisihkan uang belanja. Ketika tabungannya hampir mencapai harga mesin jahit, tiba-tiba terjadi sanering (pemotongan nilai uang) dari Rp100 menjadi Rp1. Nilai tabungan istrinya otomatis juga turun dan tidak bisa menjangkau harga mesin jahit.
Ketika Bung Hatta pulang, Rahmi mengeluh karena suaminya itu tidak pernah memberi tahu jika akan ada sanering. Padahal sebagai wakil presiden, dia pasti tahu rencana kebijakan tersebut.Kalau saja diberi tahu lebih awal, mungkin Rahmi bisa melakukan sesuatu dengan tabungannya. Namun, jawaban Bung Hatta sungguh bernas, “Saya percaya kepadamu. Tetapi, rahasia negara tetap rahasia, tidak boleh bocor kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit demi kepentingan negara,” (Nur Cholis Huda,2012).
Asketisme politik Bung Hatta ini tentu sangat relevan untuk diaktualisasikan oleh para politisi kontemporer,yang dalam faktanya hampir-hampir nihil keteladanan.Yang mencuat dari belantara perpolitikan nasional mutakhir justru fenomena kesenjangan logika antara rakyat dengan elitnya. Berbagai problem sosial yang dihadapi rakyat seperti tidak terdeteksi oleh kalangan “the have” ini sehingga ragam perilaku dan kebijakan yang antirakyat begitu mudah bergulir. Fakta kehidupan politik yang kental dengan nuansa keglamoran dan sikap hedonisme, dengan ketidaksungkanan tampilparlentedan “serbaluks” layaknya kaum selebritas.
Mereka seolah hanya memikirkan kenyamanan dan kenikmatan hidup sendiri dan keluarganya saja,tanpa memikirkan hidupan orang lain, apalagi rakyatnya. Sementara di ujung lain, jutaan rakyat terhimpit dalam kemiskinan, masuk deretan angka putus sekolah yang fantastik, jeritan buruh menuntut kesejahteraan, dan ragam problem lainnya. Singkatnya, para politikus sudah melupakan “wasiat” Bung Hatta bahwa demokrasi membutuhkan sikap tanggung jawab dan toleransi.
Model demokrasi yang mengedepankan unjuk kekuatan massa pendukung otot maupun uang, justru mendominasi perilaku politik di republik ini.Bagaimana masih bisa dikatakan bermoral jika mereka melakukan jual beli pasal dalam menyusun undang-undang (UU)? Para politikus sebagai pemegang kartu permainan seperti rombongan aji mumpung yang menjadikan politik sebagai industri cari makan dan kekuasaan.
Tak heran jika Haryatmoko (2003) sejak jauh hari memberikan analisis bahwa kepemimpinan dan para pengambil keputusan telah dihinggapi pendangkalan dan pemiskinan politik.Hal ini ditandai tiga kecenderungan. Pertama, mengabaikan pendekatan ideologi, tata nilai, dan kehilangan prioritas.Kedua,melihat ruang publik layaknya sebuah pasar sehingga yang diperhitungkan adalah cara mendapatkan keuntungan ekonomis. Ketiga, pendangkalan dan pemiskinan politik telah mendegradasi etika kekuasaan, etika politik kekuasaan.
Realitas ini tentu sangat paradoks dengan cita-cita Bung Hatta bahwa penguasa adalah mereka yang menempatkan diri sebagai pelayan rakyat yang dialogis dan terbuka. Segala kebijakan yang dilahirkan negara sepantasnya bersandar pada keadilan dan kebenaran hati rakyat,dengan satu tujuan untuk menyejahterakan rakyat. Maka bukanlah tempatnya jika elit menyejahterakan dirinya sendiri, manasbihkan sebagai “raja” yang harus dilayani, maupun ningrat baru (Nugroho Budisantoso, 2002).
Ongkos untuk memenuhi syahwat kemewahan hidup politikus, birokrat,dan pejabat di negeri ini kelewat mahal, yang ironisnya rakyat yang harus menanggung beban anggarannya. Sebaliknya, mereka tidak cukup bukti menunjukkan kinerja dan pengabdian yang hebat selain gemar mengiklankan diri di media massa agar mandatnya sebagai penguasa diperpanjang lagi oleh rakyat. Kondisi ini membuat kehadiran politikus asketis sebagaimana yang dipraktikkan Bung Hatta sangat dinantikan oleh rakyat.
Dia meninggalkan teladan asketisme politik yang berlandaskan pada prinsip kesederhanaan dan etika, dibarengi dengan tindakan yang memihak kemaslahatan rakyat banyak. Mampukan partai politik melahirkan satu saja “Bung Hatta”baru, ataukah 1001 titisan “Nazaruddin” baru? Allah a’lam bi al-shawab.
 Sumber: SINDO

Bagaimana Bung Karno lawan Amerika, Kapitalisme dan Neoliberal

Dinamika perpolitikan Indonesia di era perang dingin kurun waktu 1953-1963 pernah ditandai dengan aroma diplomasi cantik dan elegan, disertai dengan kebijakan para pemimpin yang tidak mau didikte dan tunduk pada Amerika. Meski saat itu negeri Indonesia baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, semangat nasionalisme dan kecerdikan para pemimpinnya menjadikan negara Indonesia disegani oleh Amerika, Uni Soviet dan negara-negara Sekutu.

Bagaimana tidak, di tengah perseteruan perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet, Indonesia, yang baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, lewat kunjungan Soekarno ke Washington berhasil mendinginkan keadaan. Di sisi lain, melalui semangat nasionalisme yang tinggi dan kecerdikan diplomasinya, pemerintah Indonesia lewat diplomasi cantik dan ciamik Soekarno juga berhasil mempermainkan Amerika dan Uni Soviet dalam kasus pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda.

Dengan menggunakan kartu Uni soviet, Soekarno menerapkan kebijakan luar negeri dengan metode gertak sambal, yaitu menakut-nakuti Amerika bahwa militer Uni Soviet akan membantu Indonesia dan akan memporak-porandakan Belanda, negara sekutu Abadi Amerika di tanah penjajahan Papua.

Berkat diplomasi Bung karno, Amerika tak berkutik, John F Kennedy dengan sangat terpaksa memerintahkan Belanda untuk hengkang dari dan tanah Irian Barat. Papua kemudian bebas dari penjajahan dengan tanpa jatuh korban dan peperangan. Sebuah permainan diplomasi cantik diperagakan oleh pemimpin Indonesia, dengan spirit nasionalisme yang tinggi dan sikap pemerintahan yang independen.

Landasan kepemimpinan Soekarno dibangun atas dasar nasionalisme, Islam dan Marxisme. Nasionalisme yang tumbuh dalam dirinya telah menanamkan rasa persatuan dan cinta Tanah Air sekaligus menjadikan dirinya menjadi proklamator dan presiden pertama Indonesia, sementara ideologi Marxisme yang dikembangkannya membuat dirinya memiliki hubungan dekat dengan Uni Soviet dan menanamkan jiwa anti hegemoni dan imperialisme Barat.

Bersama pemerintahan Soekarno, kebijakan luar negeri Indonesia sangat disegani asing. Salah satu kebijakan luar negeri yang indah dan luar biasa dalam dinamika politik Indonesia di era pemerintahan Soekarno adalah peristiwa pembebasan tanah Papua dari penjajahan Belanda.

Pada masa itu, Soekarno memanfaatkan Uni Soviet yang saat itu sedang berseteru dengan Amerika, pada saat bersamaan posisi negara Belanda menjadi bagian dari Sekutu bersama Amerika dan Eropa. Soekarno melalui kekuatan diplomasinya membujuk Uni Soviet untuk membantu secara militer mengusir Belanda dari tanah Papua, dan keberhasilan diplomasi Soekarno ini disampaikan ke Pihak Amerika. Amerika yang saat itu tidak tega melihat sekutu abadinya luluh lantak oleh militer Uni Soviet, lalu memerintahkan Belanda untuk mundur dari pendudukannya di tanah Irian.

Proses diplomasi yang membuat Amerika gigit jari tersebut berlangsung demikian. Subandrio wakil perdana menteri yang pernah menjabat duta besar Moskow, diperintah olah Soekarno untuk meminta bantuan militer kepada pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushehev, agar mengusir Belanda dari tanah Papua. Keberhasilan Subandrio melobi Nikita Khrushehev kemudian disampaikan oleh Soekarno kepada Howard P Jones, duta besar Amerika di Indonesia. Informasi tersebut membuat John F Kennedy yang saat itu sedang menjabat sebagai presiden Amerika kalang kabut, karena Kennedy tidak mau melihat Belanda porak-poranda dan babak belur akibat serangan militer Uni Soviet, ia memaksa Belanda untuk kabur dan hengkang dari tanah Papua. Tanah Papua pun bebas dari penjajahan Belanda dengan tanpa korban dan biaya pengeluaran untuk militer, dan militer Uni Soviet pulang tanpa menembakkan sebutir peluru pun karena Belanda sudah hengkang saat kapal perang Uni Soviet sampai di perairan Indonesia.

Keberhasilan Soekarno mempecundangi Amerika tidak hanya dalam kasus pembebasan tanah Irian, pemerintahan di masa Soekarno juga berhasil menangkap basah penyusupan CIA di Maluku pada tahun 1958, yang menyamar sebagai pilot, dan kemudian diadili secara tertutup. Padahal Amerika saat itu mendanai pemberontakan pemerintahan revolusioner Republik Indonesia dan perjuangan Semesta di Maluku.

Pencapaian negara Indonesia di era Soekarno ini seakan menunujukkan bahwa negara Indonesia pernah menjadi negara yang memiliki kekuatan diplomasi yang cantik, dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan tidak pernah mau tunduk dan didikte oleh negara super power Amerika. Salah satu bukti nyata lain adalah dinamika politik Indonesia pada tahun 1948 ditandai dengan deklarasi politik bebas aktif, melawan Malaysia pada tahun 1963, dan keluar dari keanggotaan PBB pada tahun 1965.

Lewat buku ini rasanya Baskara ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan Indonesia beberapa puluh tahun yang lalu pernah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan dengan gagah berani menentang hegemoni pihak asing. Sayangnya ruh kepemimpinan ala Soekarno ini tidak lagi kelihatan di masa sekarang, dan hanya tinggal kenangan.

Hal ini dibuktikan, bahwa praktis pasca presiden Soekarno, Indonesia berada dalam cengkeraman asing (Amerika), pemerintahan Orde Baru berada di bawah kendali Amerika, melalui lembaga-lembaga internasional-nya seperti IMF, Bank Dunia, USAID. Orde Baru mewarisi kebijakan buruk dan berlanjut hingga sekarang, tak heran jika Indonesia di masa Orde Baru pernah dijuluki sebagai negara gagal atau failed state akibat strategi kebijakannya yang selalu tunduk pada Mafia Berkeley, dan Indonesia hanya menjadi negara kepanjangan tangan dari kepentingan global Mafia Berkeley lewat “Washington konsensus”.

Sumber : http://sanmaula.blogspot.com

 

Handphone Android, 5 Android Kebal Air, Jual Beli Handphone Android

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mungkin ingatan masih ingat betapa legendarisnya Ericsson R310s karena bukan ponsel embarangan. Selain desainnya yang macho, ponsel ini juga tahan air dan goncangan. Alhasil, ponsel ini jadi pegangan mereka yang hobi dengan aktivitas outdoor.

Namun setelah itu hampir tak ada lagi ponsel varian terbaru jenis ini. Sepertinya produsen ponsel alpa untuk menggarap ponsel anti air dan goncangan. Tapi mereka tersadar lagi kalau ponsel yang kebal air, debu, dan goncangan ini punya pasar yang potensial.

Tak heran, pasar diserbu dengan beragam merek ponsel jenis ini yang menyasar konsumen yang sering melakukan aktivitas outdoor dan berjiwa sporty. Nah, berikut ini ada sejumlah ponsel cerdas Android yang dirancang tahan di berbagai kondisi dan cuaca. Kecemplung air, digunakan di lingkungan berdebu, sampai terjatuh pun tak akan membuat si ponsel dibawa ke tukang servis. Ponsel cerdas apa sajakah itu? FAJAR

Xperia Go dan Xperia Acro S

Duo ponsel Android ini sejak awal dirancang sama-sama kebal air sampai kedalaman semeter, debu, dan tahan banting. Dalam demonya, smartphone ini dicelupkan ke air dalam keadaan menyala. Ternyata, Xperia Go berlisensi IP67 yang berarti level ketahannya debu dan air cukup tinggi.

Xperia Go memiliki layar Reality Display handset 3,5 inch ini beresolusi 480×320 pixel dan tahan goresan. Jeroannya terbenam prosesor dual core 1 GHz ST-Ericsson NovaThor U8500, OS Android Gingerbread, 512MB RAM, 8GB memori internal, baterai 1305 mAh, HSDPA, Wi Fi, GPS, DLNA dan kamera 5 megapixel.

Sedangkan saudaranya Xperia Acro S berlayar HD 4.3 inci Reality Display, perekam video full HD, HD video chat, plus konektivitas TV HDMI. Sedangkan dalam urusan ketahanan air dan debunya, ponsel cerdas ini diklaim sebagai yang tertinggi di kelasnya.

Xperia Go dan Xperia Acro S

Pabrikan ponsel asal Amerika juga punya seri smartphone anti air, yakni DEFY XT dan Motorola DEFY MINI Dual SIM. Kecipratan air atau malah tenggelam bukan persoalan bagi smartphone yang dikenalkan di ajang Indonesia Cellular Show 2012 beberapa waktu lalu ini.

Keduanya sudah dibekali layar sentuh Gorilla Corning Glass. Sedangkan sumber tenaganya mengandalkan baterai 1700 mAh yang ekstra kuat dengan talk time sampai 9,5 jam. Jeroannya terbenam prosesor 1GHz yang cukup mulus menjalankan aplikasi dalam sistem operasi Gingerbread yang diusungnya.

Samsung Rugby Smart

Ini dia jenis smartphone yang sudah mengantongi 108f military spec standars. Artinya, smartphone yang berjalan di  Android 2.3 Gingerbread ini memiliki standar untuk perangkat dan digunakan oleh militer. Samsung mengklaim smartphone ini mampu tahan bila ditenggelamkan sedalam 1 meter hingga 30 menit lamanya dalam air. Samsung Rugby Smart berdimensi 12,19 mm dan berat 4,2 ons ini sudah menggunakan layar WVGA Super AMOLED 3,7 yang tahan goresan.

Fujitsu Arrows

Smartphone yang dikenalkan di ajang Consumer Electric Show (CES) 2012 ini sejak awal didesain kedap air, tahan debu, dan anti goncangan. Meski bodinya terhitung tipis hanya 6,7 milimeter, tapi jeroannya sudah disematkan  prosesor Qualcomm Snapdragon MSM8655 berkecepatan 1,4 GHz serta 1GB ROM, dan 512MB RAM. Spesifikasi itu memungkinkan pengguna mengoperasikan smartphone yang berjalan di OS Gingerbread ini tanpa kesulitan. Sayang, smartphone ini baru bisa ditemui di Jepang saja. Entah kapan Fujitsu Arrows dipasarkan secara global.

Panasonic Eluga

Panasonic tak mau ketinggalan ikut meramaikan dalam bursa smartphone tahan air. Lewat Eluga VP-06D, Panasonic ingin membuktikan produknya bisa sejajar dengan pemain lainnya. Smartphone ini sudah dibenamkan prosesor dual-core 1.5GHz Cortex-A9 CPU inside Chipset TI OMAP 4460 dan berjalan dengan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Layarnya cukup lega karena berukuran 4.6 inchi dan resolusi 720p. Selain itu memiliki tebal 10,7 mm, internal memori 8GB, Micro SD dan kamera beresolusi 13.2 MP berikut LED flash serta kamera depan 1.2 MP.

 

 

shareseriale online

Perbedaan Pengertian Bisnis Waralaba atau Usaha Franchise, Bussiness Opportunity dan Lisensi

Secara umum, Bisnis Waralaba, Bussiness Oppotunity (BO) dan Lisensi memiliki kesamaan arti sebagai sebuah konsep kemitraan dalam bisnis. Artinya, ada dua pihak, yaitu pemberi hak dan penerimanya yang sama-sama meraih benefit dari kerja sama kemitraan saling percaya tersebut. Tiga model konsep bisnis ini juga memiliki kesamaan dari sisi tingkat resiko bagi peminat investasi, yaitu meminimalisir faktor kegagalan yang sebelumnya sudah diambil alih oleh pemberi hak melalui pembuktian bisnis atau merek dalam rentang waktu tertentu di tahap awal.

Pada tiga model bisnis tersebut juga memiliki kesamaan dari sisi support, dimana pemberi hak memiliki keharusan untuk men-support penerima hak agar bisa menjalankan bisnis hingga sukses.

Waralaba, Bussiness Opportunity dan Lisensi

Namun demikian, ada perbedaan antara Waralaba, Bussiness Opportunity (BO) dan Lisensi yang sangat prinsipil dari masing-masing konsep. Tapi, sekarang ini agak sulit untuk kita tahu mana yang waralaba, mana yang lisensi dan mana yang sebenarnya BO. Menurut Utomo Njoto, pakar Franchising, ada 6 (enam) hal untuk bisa membedakan ketiganya : Pertama, dari aspek merek; waralaba dan lisensi itu menggunakan merek milik franchisor atau lisensor. Tapi kalau BO tidak harus menggunakan merek milik yang jual BO.

Kedua, fokusnya. Waralaba fokusnya pada sistem bisnis. Lisensi lebih fokus pada hak kekayaan intelektual (HKI). Sedangkan BO seharusnya bicara tentang paket usaha (start up package) seperti ada mesin-mesin, bahan baku supply-nya, dan seseorang diajar untuk memulai sebuah bisnis tetapi mereknya boleh merek sendiri. Jadi lebih sederhana sebenarnya.

Di waralaba harus ada sistem support, ada pra operasional, pra launching, ada supervise launching dan ada pasca launching.

Ketiga, marketing communication. Nah di waralaba ada unsur yang terpusat. Full advertising fund dan national level sepending yang berasal dari franchisor. Tapi kalau Lisensi dan BO tidak harus terpusat. Malah sebetulnya mereka tidak berhak mengambil full advertising.

Keempat, terkait dokumen HKI. Di Indonesia waralaba itu boleh dalam bentuk surat permohonan pendaftaran merek. Seharusnya dan sebetulnya sudah menjadi sertifikat, tapi karena di Indonesia prosesnya panjang maka boleh dalam bentuk surat permohonan pendaftaran merek. Sedangkan untuk lisensi merek itu harus sertifikat merek.

Kelima, terkait regulasi. Di waralaba ada PP dan Permendag yang mana mengatur harus ada pendaftaran STPW  (Surat Tanda Pendaftaran  Waralaba) penerima dan pemberi waralaba. Di lisensi itu ada UU No. 15 mengenai merek dan lisensinya ada di pasal 43 sampai 49 yang isinya dalam hal lisensi harus ada pencatatan perjanjian lisensi.

Keenam, masalah sanksi. Di waralaba ada peringatan tertulis tiga kali dan denda paling banyak Rp 100 juta. Sedangkan di lisensi merek tidak terlalu ketat saat ini karena Departemen Hukum dan HAM sedang merumuskan PPnya. Di BO peraturannya belum jelas.

Sumber gambar: http://www.infinity-partners.co.uk/businessgrowthadvice.jpg

shareSerials Online

Jadwal Piala EURO 2012, Jadwal Piala Eropa di RCTI, Indonesia 2012

jadwal lengkap tayangan laga Euro 2012 yang akan ditayangkan oleh stasiun televisi swasta nasional RCTI dan MNC Sports dari pertandingan hari pertama hingga final.

Upacara pembukaan Piala Eropa dan laga perdana akan berlangsung pada Jumat, 8 Juni 2012, sedangkan upacara penutupan dan laga final akan jatuh pada Minggu, 1 Juli 2012.

Piala Eropa 2012 akan menampilkan 31 pertandingan, dan semuanya akan ditayangkan oleh RCTI serta MNC Sports, 27 pertandingan akan ditayangkan secara live, sedangkan empat pertandingan lainnya untuk siaran tunda.

Media Nusantara Citra selaku pemegang hak siar di Indonesia akan menyiarkan lewat siaran telestrial di RCTI, sedangkan MNC Sports untuk tayangan televisi berbayar.

Berikut detail selengkapnya:

GRUP A EURO 2012 :

Polandia vs Yunani, 8 Juni pkl 23.00 WIB, Warsaw

Rusia vs Rep Ceko, 9 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

Yunani vs Rep Ceko, 12 Juni pkl 23.00 WIB, Wroclaw

Polandia vs Rusia, 13 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

Yunani vs Rusia, 16 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

Rep. Ceko vs Polandia, 17 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

GRUP B EURO 2012 :

Belanda vs Denmark, 9 Juni pkl 23.00 WIB, Kharkiv

Jerman vs Portugal, 10 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

Denmark vs Portugal, 13 Juni pkl 23.00 WIB, Lviv

Belanda vs Jerman, 14 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv

Portugal vs Belanda, 17 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv

Denmark vs Jerman, 18 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

GRUP C EURO 2012 :

Spanyol vs Italia, 10 Juni pkl 23.00 WIB, Gdansk

Irlandia vs Kroasia, 11 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

Italia vs Kroasia, 14 Juni pkl 23.00 WIB, Poznan

Spanyol vs Irlandia, 15 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk

Kroasia vs Spanyol, 18 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk

Italia vs Irlandia, 19 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

GRUP D EURO 2012 :

Perancis vs Inggris, 11 Juni pkl 23.00 WIB, Donetsk

Ukraina vs Swedia, 12 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev

Swedia vs Inggris, 15 Juni pkl 23.00 WIB, Kiev

Ukraina vs Perancis, 16 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

Swedia vs Perancis, 19 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev

Ingris vs Ukraina, 20 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

PEREMPAT FINAL EURO 2012 :

Juara A vs Runner up B , 21 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw (I)

Juara B vs Runner up A, 22 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk (II)

Juara C vs Runner up D, 23 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk (III)

Juara D vs Runner up C, 24 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev (IV)

SEMIFINAL EURO 2012 :

Pemenang I  vs Pemenang II, 27 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk (A)

Pemenang III  vs Pemenang IV, 28 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw (B)

FINAL EURO 2012

Pemenang A  vs Pemenang B, 1 Juli pkl 01.45 WIB, Kiev

shareSeriale Online

RUMAH Dijual 2 lantai, jl. untung suropati purwosari-kab.pasuruan


RUMAH 2 lantai, jl. untung suropati purwosari-kab.pasuruan
luas tanah 1000m2, luas bangunan 700m2
fasilitas:
9 kamar tidur + 8 kamar mandi (kamar mandi dalam)
2 ruang tamu
1 ruang kluarga
1 dapur bersih
1 dapur kotor
1 kamar mandi luar

Harga Nego 1,3 M

shareseriale online gratis